PEMBERITAAN FIRMAN DIABAD KE 21
Kita hidup diabad informasi yang memberikan kelengkapan untuk menyajikan
Firman yang relevan dengan kebutuhan jemaat diabad ke 21.
Pembicara Firman perlu melengkapi dirinya dengan wawasan informasi yg
luas, sehingga penyajian Firman tidak menjadi picik dan sempit.
Pola hidup abad pertama bahkan ribuan tahun SM jelas tidak relevan
diajarkan untuk mereka yg hidup diabad ke 21 yang sangat komplex.
Pembicara justru harus mampu mencerdaskan pendengar bagaimana mensiasati
hidup diabad ini dan bukan membelenggu dan menyandera dengan ayat2 dan kisah2
Alkitab .
Hidup cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati perlu "
digoreng" sedemikian rupa dalam pemberitaan sehingga memberikan pencerahan
yg cerdas.
Pemberitaan harus mampu memberikan inspirasi sehingga pendengar
termotivasi membuat keputusan2 hidup yg tepat.
Pendengar tidak boleh dibawa untuk menelan dan mengamini apa yg disajikan
sang " Pendeta" tetapi justru harus mengajarkan bahwa " kata
Pendeta bukan kata Tuhan".
Sikap kritis jemaat justru perlu di kobarkan sehingga mampu bukan untuk
menelan tetapi justru menguji apa yg disajikan.
Semoga bermanfaat.
Jopie Manduapessy.