PIRAMIDA MASLOW
Dalam setiap organisasi gereja pada khususnya para Pimpinan mendambakan
adanya SDM yang handal.
SDM yang kreatif, inovatif, progresif dll kwalitas yg mendukung
berkembangnya gereja.
Segala upaya pembinaan dan pelatihan dilakukan untuk membentuk SDM idaman
tersebut.
Hasilnya ternyata mengecewakan karena tidak memperhatikan adanya PIRAMIDA
MASLOW .
Selama pribadi2 tersebut berada pada strata pertama piramida tersebut
jangan terlalu berharap lahirnya SDM berkwalitas karena kebutuhan dasar hidup
(basic needs) masih menempati urutan pertama daripada nilai2 ideal melayani
Tuhan dengan segala janji yang mengiringinya.
Sesaat ada kobaran semangat untuk melayani namun waktu akan membuktikan
rapuhnya tekad tersebut.
Akhirnya muncullah " penggembira2" dalam gereja yang sekedar
" datang , duduk, dengar dan pulang " dan bukan " pemain " yang
benar2 terlibat membangun gereja.
Mungkin " insentif " diperlukan untuk menggerakan pribadi2
tersebut tetapi kerelaan untuk melayani sulit diharapkan dalam jangka panjang.
Pelayanan yg akhirnya terbentuk sebagai " business" ternyata
dapat mengakomidasi pribadi 2 tersebut dibandingkan dengan gereja yang bertahan
dengan konsep ideal murni.
Seberapa jauh kompromi diwujudkan tergantung dari niat dasar setiap
gereja bahwa melayani adalah bentuk panggilan untuk mempersembahkan hidup tanpa
kepentingan.
Semoga bermanfaat
Jopie Manduapessy