"PERSEPSI"

Salam kasih,

Tidak terasa kita telah memasuki pada kwartal ahkir ditahun 2021 ini. Ditengah-tengah pandemi yang sdh hampir menjelang masa 2 (dua) tahun ini, saya rindu kita merefleksi diri kita masing-masing, tanpa kecuali lewat kebenaran Firman Tuhan sbb :

Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." (1 Raja-raja 17 : 12)

Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita. (Yeremia 23 : 36)

Kedua ayat diatas sangat jelas mengingatkan kepada 'setiap orang percaya' (tidak ada yang dikecualikan), agar tidak boleh berprasangka & berpersepsi salah/buruk tentang segala hal kurang/tidak baik yang sedang dialami/membebani hidup ini. Karena baik ataupun buruk hanyalah permainan kata & persepsi perasaan manusia daging kita, semata-mata. Sebab sangat jelas bahwa sejak dunia dijadikan, Allah Bapak yang hidup hanya berencana mendatangkan 'kebaikan' sempurna bagi manusia. Jangan memutarbalikan kebenaran fakta Firman Tuhan/Perkataan-perkataan Allah yang sudah sangat jelas, yakni Dia adalah 'Kasih & kebaikan (itu Ia berikan semuanya tanpa syarat),' kepada siapapun yang percaya &  yang mau menerimanya secara utuh. 
'Penderitaan, kesulitan, tantangan, hambatan, persoalan, kegagalan, sakit penyakit, kekurangan dll yang dianggap kurang/tidak baik semuanya hanyalah sebuah akibat dari 'kesalahan persepsi manusia karena lebih mengedepankan keegoisan & kedagingan' yang selalu hanya mau menerima apa yg indah2 & baik2, secara gratisan. Berhati-hatilah, jangan sampai kita jatuh dalam perangkap dosa yang satu ini. Ingatlah senantiasa, apabila kita sudah mulai merekarekakan yang tidak benar tentang Tuhan, ada sebuah ayat yang berkata seperti ini : 

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. (Kisah Para Rasul 17 : 28)

Waktu kita lemah & lelah karena gempuran persoalan hidup, sadarilah bahwa :'Kita ini hidup didalam Dia & Ia didalam kita; kita bertindak/bergerak & berpikiranpun, bersama-sama dengan Dia; bila hari ini kita masih ada (baik atau buruk keadaanya), kita tetap ada bersama Dia & Ia senantiasa tetap ada bagi kita'. Tidak terlepas sedetikpun kita dari pengawasan relung-relung mataNya. Diperlukan sebuah kerjasama yang dua arah! Kita ada saat ini, kita hidup hari-hari ini & kita harus bergerak, berusaha & berupaya dengan bertanggungjawab kepada manusia & kepada Tuhan Yang Hidup, yang memberikan kehidupan ini kepada kita.
Yakinlah bahwa selama-lamanya Ia akan tetap berkarya melakukan bagianNya bagi kita & kitapun harus melakukan bagian yang terbaik bagi kemuliaan Namanya & jangan mempermalukan Tuhan! Percayalah Tuhan akan menolong membuat berhasil apapun karya yang kita rancangkan & kita lakukan. Bila AnakNya saja rela Ia berikan, mati, sebagai ganti nyawa kita dari dosa & kematian kekal, masakan Dia tidak akan memeliharakan 'Umat PilihanNya?' Bila kita memahami & mengimani konsep Illahi ini, maka damai sejahteraNya, semangat yang menyala-nyala serta kobaran kasih mula-mula itu, tak akan pernah bisa terpadamkan/mempengaruhi oleh sikon apapun sebab ada pengharapan sukacita kekal digaris akhir kehidupan kita yang lebih berharga dari kesemuanya itu :

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." (Wahyu 7 : 17)

Selamat berkarya, selamat menjadi teladan & menjadi berkat yang berdampak bagi saudara-saudara seiman, gereja Tuhan & bagi orang lain. Tuhan Yesus Kristus memberkati.
                   BR/RW