Oleh: Ps. Lukman Panji
Setiap
tanggal 10 November telah ditetapkan menjadi Hari pahlawan oleh Pemerintah
Indonesia, sebagaimana tertuang didalam Keppres
No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.Untuk memperingati pertempuran yang terjadi pasca Kemerdekaan RI di
kota Surabaya pada tahun 1945.
Sebagai Warga negara NKRI, patutlah kita
menghormati dan menghargai jasa para pahlawan dan para pejuang yang telah gugur
di medan perang.Sebagai Tokoh dan pribadi yang memiliki keberanian bahkan rela
berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan sebuah bangsa dan menegakkan
kebenaran.
Pada Tahun 2021 ada 4 Tokoh yang telah ditetapkan
untuk dianugerahi Gelar Pahlawan nasional.
Dikalangan umat Kristiani di Indonesia tentunya memiliki kebanggan tersendiri , dengan kemunculan para pejuang atau Tokoh Kristen yang telah berjasa ditengah bangsa tercinta dibeberapa bidang.
Bahkan,setidaknya pada tahun 2021 , kita telah merasa
kehilangan atas kepergian beberapa Tokoh Kristen diantaranya :
-Bapak Prof. Dr.Muchtar Pakpahan,SH.,MA, Tokoh Pendiri
sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat SBSI untuk periode 1992-2003.Dikenal oleh
karena jasanya dalam upaya memperjuangkan Hak Buruh di Indonesia.
-21 September 2021, Kembali Indonesia berduka atas kepergian
seorang tokoh dan pakar dibidang ilmu Hukum Pidana yaitu : Bapak Prof.Dr.J.E.Sahetapy.Selain
Dikenal sebagai sebagai sosok pakar Ilmuwan juga seorang yang berani tegas
dengan kritikan kritikannya.
-Menyusul telah berpulangnya Bapak Sabam Sirait, pada
29 September 2021 (dalam usia 84 tahun).Tokoh sekaligus Politikus Senior di
Indonesia, dikenal melalui jasa pengabdiannya dalam bidang perpolitikan selama
lebih dari 60 tahun.
Tentunya berharap bahwa para pejuang dengan latar belakang ke
Kristenan yang telah mendahului akan
mendapatkan porsi penghormatan atas jasa nilai nilai kepahlawanannya yang telah
dilakukan ditanah NKRI.Sebutan predikat Pahlawan Nasional memang dalam proses
pengajuan melalui tahapan dan persyaratan dengan kategori sebagaimana diatur
dalam UU 20/2009.
Sosok kepahlawanan disetiap negara merupakan salah satu sisi
untuk menumbuhkan kesadaran yang mencelikkan masyarakat kepada sejarah bangsanya
sendiri
PERSPEKTIF KEPAHLAWANAN ABAD 21.
Pengertian dan pemahaman kepahlawanan menurut beberapa
kalangan mengalami pergeseran semakin
meluas seiring berjalannya waktu.Bukan hanya sekedar dalam kerangka
memperjuangkan kemerdekaan dari pihak penjajah.
Tentunya yang dimaksudkan adalah berkaitan dengan sikap dan
moralitas heroik yang perlu terus dikembang tumbuhkan.Secara khusus dikalangan
umat Kristiani perlu mengemban sikap moralitas “heroik” meskipun dalam skala
kecil dan sederhana, seperti selalu berinisiatif melakukan perbuatan baik bagi
kepentingan sesama.
Firman Allah mencatat beberapa nama dari para pahlawan Iman.Semua
didasari karena para tokoh memiliki hubungan secara pribadi dengan TUHAN.Sebab Allah
adalah Pahlawan Perang ,bahkan diperjelas bahwa sesungguhnya KRISTUS
merupakan TOKOH dan PAHLAWAN TERTINGGI yang menyelamatkan umat manusia
sepanjang masa.
Keteladanan KRISTUS sangat menginspirasi salah seorang Rasul Bernama
Paulus.Sebagai salah seorang Pelayan TUHAN dibidang Apostolik merupakan Pejuang
dalam memberitakan INJIL sampai ke Wilayah Eropa Barat.Namun demikian Rasul
Paulus menempatkan KRISTUS sebagai yang terutama dalam segala daya upaya yang
telah dilakukannya bahkan dalam suratannya mengungkapkan bahwa :
“Kalau demikian apakah upahku?Upahku ialah :Bahwa aku boleh
memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku
sebagai Pemberita Injil”.
( I Korintus 9 : 18).
Sifat heroik selayaknya melekat dalam batin dan
jiwa setiap umat beriman kepada Kristus dan motor penggerak dalam tindakan
nyata sehari hari.Tidak peduli pada ukuran serta kapasitas besar ataupun kecil.Mendapatkan
pengakuan, apresiasi ,penghargaan maupun tidak.Dikarenakan telah menjadi sebuah
gaya hidup yang tidak terpisahkan.Semua yang dilakukan dengan hasil karya nyata
semata mata oleh karena Kasih karunia Tuhan yang dianugerahkanNYA.
Dikalangan para rohaniwan, Pelayan Tuhan
tentunya akan selalu tertanam nilai pengabdian sehingga tidak hanya terobsesi
dengan hausnya puja puji atau membangun pencitraan demi pengakuan ke tokohan
semata mata.Tugas pelayanan adalah merupakan bentuk panggilan mulia melalui
pengabdian diri seutuhnya untuk menyatakan Kebesaran dan kemuliaan TUHAN.
Dengan demikian akan memberikan keteladanan kepada jemaat Tuhan,
umat beriman dari generasi ke generasi.Moralitas dan semangat perjuangan dalam
gerak pelayanan akan memotivasi umat beriman agar selalu memiliki gairah untuk
dapat menghasilkan karya karya yang dapat dikecap oleh sesama dan masyarakat
umum.Niscaya wujud KASIH KRISTUS dalam Tindakan nyata akan lebih nyaring dengan
kuat daripada sekedar berbicara.
Pesan Kristus kepada umat percaya bahkan secara tegas dikatakan
,agar supaya bekerja keras.Bahkan jika mungkin memaksimalkan diri dalam
melakukan hal hal yang telah menjadi tugas dan kewajiban.
Matius 5:4 :Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Salam
Kasih, Tuhan memberkati para pembaca GAHARU.