BUDAYA KATANYA

Sudah amat sering kita mendengar orang mengatakan istilah " katanya " menyangkut isu2, obat2an, herbal dll.

Sebagai jemaat yang hidup diabad informasi maka informasi " katanya" perlu segera anda buang dikeranjang sampah.

Jangan menjadi pribadi primitif untuk menelan dan mendengar apa yang disampaikan siapapun termasuk sang Pendeta tentang " katanya"

Kita semua mempunyai MR.GOOGLE yang akan memberikan informasi apapun secara berlimpah2. Cari , baca dan pilah informasi yg akurat dan dapat dipercaya.

Apalagi diera Covid-19 dimana segala macam informasi  sampah tentang  obat2an, herbal, supplemen ditawarkan untuk kesembuhan, imun dll yang diragukan kebenarannya dan kemanfaatannya.

Jadilah pribadi cerdas untuk menguji segala sesuatu dan jangan bodoh oleh kelicikan manusia  memanfaatkan ketakutan dan kekhawatiran  untuk mencari keuntungan semata-mata.

Para Rohaniawan dari atas mimbar harus berupaya dengan menggunakan setiap media komunikasi untuk mengeleminasi budaya " KATANYA ".

Semua informasi apapun harus didukung dengan akurasi yg tidak terbantahkan dari Lembaga, akhli , peneliti yang tidak diragukan kebenarannya.

Jadilah pribadi yang semakin tajam mengolah dan menguji  informasi dengan jitu .


Semoga bermanfaat,

Jopie Manduapessy